
Sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran, Departemen Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan Program Adjunct Professor 2026 pada mata kuliah Fitoterapi. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhammad Ajmal Shah, Assistant Professor dari Department of Pharmacy, Hazara University, Pakistan, yang berbagi pengalaman dan perkembangan riset terkini mengenai pemanfaatan bahan alam sebagai terapi penyakit kronis berbasis bukti ilmiah.
Program yang diselenggarakan secara daring dalam dua sesi pada 9 Mei 2026 dan 20 Juni 2026 ini mengangkat tema Evidence-Based Phytotherapy for Antidiabetic Therapy dan Evidence-Based Phytotherapy for Neuroprotective Therapy. Melalui kedua sesi tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai perkembangan penelitian fitoterapi modern, mulai dari eksplorasi senyawa bioaktif tanaman obat, pengembangan kandidat obat herbal, hingga tantangan translasi hasil penelitian menjadi produk kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh dosen pengampu mata kuliah Fitoterapi, Apt. Queen Intan Nurrahmah, S.Farm., M.Med.Sc., Ph.D. dan Apt. Thia Amalia, S.Farm., M.Si., yang menegaskan pentingnya pembelajaran fitoterapi berbasis evidence dalam membekali mahasiswa menghadapi perkembangan ilmu kefarmasian global. Kehadiran akademisi internasional diharapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai arah penelitian bahan alam sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan penelitian di masa mendatang.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait mekanisme kerja senyawa bahan alam, pengembangan produk herbal berbasis bukti ilmiah, hingga peluang riset di bidang farmasi bahan alam. Interaksi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap pengembangan fitoterapi sebagai salah satu pendekatan inovatif dalam terapi penyakit kronis.
Melalui Program Adjunct Professor 2026, Departemen Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui paparan langsung dari akademisi internasional, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama global yang diharapkan dapat menghasilkan kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta inovasi di bidang farmasi bahan alam.
Kegiatan ini sekaligus mendukung komitmen Universitas Brawijaya dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan terapi berbasis bahan alam yang aman dan berbasis bukti ilmiah, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pembelajaran bersama akademisi internasional, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah.
