PELATIHAN PENCAMPURAN SEDIAAN PARENTERAL (IV ADMIXTURE)

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan aman, peran tenaga farmasi sangat penting dalam pelayanan kefarmasian khususnya di Clinical Pharmacy salah satunya pencampuran sediaan obat parenteral.. Pencampuran obat injeksi adalah proses pencampuran obat yang diberikan melalui intravena bolus ataupun drip untuk pasien, yang memerlukan teknik aseptik dan perhitungan dosis yang tepat agar aman dan efektif. Untuk memenuhi standar pelayanan yang tinggi dan menjamin keamanan pasien, tenaga farmasi harus menguasai keterampilan ini melalui pelatihan yang intensif. Oleh karena itu, Program Studi Sarjana Farmasi FK UB melakukan pelatihan pencampuran sediaan parenteral yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 September 2024 di Laboratorium Farmasi Klinik FKUB dengan fasilitator apt. Halim Priyau Jaya, M.Farm. Klin dari Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya.. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa semester 7 dan merupakan bagian dari Mata Kuliah Layanan Kefarmasian Klinik dengan PJMK Dr.apt. Anisyah Achmad,S.Si., Sp.FRS.. Pelatihan ini diambil sebagai awal pengenalan tugas dan fungsi apoteker di rumah sakit dan bekal mahasiswa untuk melanjutkan jenjang studi ke Program Studi Profesi Apoteker. Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa farmasi dalam prosedur yang tepat, aseptik, dan aman dalam IV admixture.

Pada kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi tentang teknis aseptis, prosedur penyiapan obat injeksi, dan peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan dispensing sediaan injeksi. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung dimulai dari cara menggunakan syringe yang baik dan benar, cara membuka vial dan ampul, hingga cara mencampurkan obat pada infus. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode praktik langsung di bawah bimbingan fasilitator. Setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan langkah-langkah yang sudah dijelaskan, mulai dari persiapan alat dan bahan, hingga proses peracikan obat. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada pentingnya menjaga kebersihan dan sterilitas selama proses peracikan, untuk menghindari kontaminasi yang dapat membahayakan keselamatan pasien.

Setelah sesi pelatihan, para peserta diberikan evaluasi mengenai kemampuan mereka dalam meracik obat injeksi, termasuk ketepatan perhitungan dosis, teknik aseptik, dan penggunaan peralatan dengan benar. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi klinis yang nyata. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya dalam pelayanan kefarmasian klinik.