EARLY EXPOSURE: Kunjungan Rumah Sakit Universitas Islam Malang (Unisma) Dan Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) “Mengenal Peran Apoteker Dalam Pelayanan Manajemen Dan Klinik Di Rumah Sakit”

Kegiatan early exposure rumah sakit adalah salah satu kegiatan Departemen Keilmuan Farmasi Klinis, Departemen Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang (FKUB) yang berupa kunjungan mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi semester 5. Early exposure dilakukan tiap tahun, dan tahun 2024 dilaksanakan di RS Universitas Islam Malang (UNISMA) dan RS Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Farmakoterapi Sistem Saraf, Urogenital, dan Muskuloskeletal yang bertujuan untuk mengenalkan peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam pelayanan manajemen dan farmasi klinik di rumah sakit.

Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis 17 Oktober 2024 dengan jumlah peserta kegiatan sejumlah 87 mahasiswa dan 2 dosen (Dr.apt. Anisyah Achmad,S.Si., Sp.FRS dan apt. Rudy Salam, S.Farm., M.Biomed) dengan pembagian 43 mahasiswa di RS UMM dan 44 mahasiswa di RS UNISMA. Acara dimulai dengan sambutan Ka.Instalasi Farmasi di masing- masing rumah sakit (apt.Woro Rejeki, S.Si. (UNISMA) dan (apt. Ardina Pramesti Putri, S.Farm(UMM)

Acara selanjutnya adalah pemberian materi dan tur visitasi ke berbagai depo farmasi di rumah sakit, seperti Depo Rawat Inap, Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), kamar Operasi serta Logistik Medis Farmasi. Para mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan staf farmasi di masing-masing bagian untuk memahami lebih dalam alur kerja dan peran apoteker dalam proses perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian bahkan sampai pertukaran dan pemusnahan sediaan farmasi. Mahasiswa juga dikenalkan macam sediaan farmasi beserta alat kesehatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) serta berkas pendukung pelaporan sediaan narkotika, psikotropika hingga prekursor. Saat visitasi, mahasiswa juga melakukan cek faktur dan surat pesanan farmasi kepada Pedagang Besar Farmasi (PBF), lama waktu retur saat barang kadaluarsa ataupun proses barter. Staf farmasi juga mengenalkan bagaimana proses pencampuran sediaan parenteral dilakukan apabila belum terdapat fasilitas Laminaria Air Flow (LAF). Untuk pelayanan kefarmasian klinik, mahasiswa dikenalkan model UDD (Unit Dose Dispensing) dan One Day Prescibing untuk pelayanan langsung kepada pasien walaupun kedua rumah sakit masih melakukan visitasi secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah sikap kritis terhadap tantangan dan masalah yang dihadapi apoteker dalam pelayanan kefarmasian manajerial dan klinik di rumah sakit yang bertujuan peningkatan kualitas hidup pasien.