Jurusan Farmasi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 14 Maret 2020 , oleh farmasi_admin , pada kategori Agenda Kegiatan, Berita

IMG_20200314_082104

Dokumen kurikulum merupakan komponen penting pada pengelolaan program studi. komponen kurikulum yang meliputi capaian pembelajaran, kompetensi, ranting ilmu, mata kuliah dan pembagian RPS disusun oleh tim kurikulum PS, dan disosialisasikan kepada pihak internal dan eksternal. Pada tanggal 14 Maret 2020, telah dilakukan workshop kurikulum Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker yang bertujuan untuk sosialisasi dokumen draft dokumen kurikulum dan penjaringan umpan balik terhadap perbaikan kurikulum farmasi. Workshop kurikulum tersebut mengundang beberapa stakeholder dari industri farmasi, rumah sakit,puskesmas, BPOM. Beberapa industri farmasi yang hadir pada saat workshop adalah : PT.Balatif, Widatra, PT.Biofarma, PT.Kalbe farma, PT.Kimia farma, PT.SIP, PT.Inez kosmetik, PT.ASIMAS, PT.PIM Pharmaceutical, apoteker dari RSUD Sidoarjo, RSUD Dr.Saiful Anwar-malang, RSU Dr. Soetomo-Surabaya, RSAL Dr.Ramelan-Surabaya, apoteker dari apotek Kimia Farmas, Viva Generik, Ridlo Farma, apoteker yang bekerja di distributor PT.APL , PT.Hapeel Pharmindo, apoteker yang bekerja di puskesmas, BPOM, dan juga dihadiri oleh perwakilan IAI Jawa timur. Selain itu workshop juga dihadiri oleh alumni jurusan farmasi yang telah berkarya di masing-masing bidang, yaitu industri, rumah sakit, apotek, puskesmas dan distributor obat.

Acara workshop dibuka dengan pemaparan dari KPS tentang dokumen kurikulum farmasi, dan dilanjutkan dengan pemaparan dari perwakilan APTFI, yaitu Apt.Prof. Dr, Umi Athiyah, MS. Mengenai pedoman penyusunan dokumen kurikulum sarjana farmasi dan profesi apoteker. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dibagi berdasarkan bidang ilmu, yaitu industri bahan alam, industri steril dan small molecules,  industri produk biologik, rumah sakit, puskesmas, apotek dan distributor obat. Pada masing-msing sesi diskusi dilakukan pemaparan dari perwakilan tiap bidang. Di kelompok industri diwakili oleh direktur operasi PT. Biofarma, apt.Dr. Rahman Roestan, MBA. Masing-masing diskusi kelompok diikuti oleh dosen jurusan farmasi sebagai fasilitator yang mencatat setiap masukan baik berupa kompetensi khusus yang dibutuhkan atau arah pengembangan farmasi untuk 5 tahun berikutnya.

Dari workshop ini diharapkan dapat diperoleh masukan dan informasi mengenai kompetensi khusus apa saja yang dibutuhkan oleh alumni farmasi baik saat ini maupun 5 tahun ke depan, sehingga Program Studi bisa mempersiapkan mahasiswa dan lulusannya untuk menghadapi tantangan dunia kerja.