Jurusan Farmasi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 16 Oktober 2019 , oleh farmasi_admin , pada kategori Agenda Kegiatan, Berita

Workshop “Aplikasi Sistem Penghantaran Transfersom pada Sediaan Topikal”

Seiring dengan perkembangan sistem penghantaran obat, nanopartikel menjadi salah satu metode penghantaran obat yang banyak diteliti. Berbagai macam jenis nanopartikel telah dikembangkan untuk meningkatkan bioavailabilitas obat, mengurangi toksistas dan efek samping obat, serta menjaga stabilitas obat. Pada tanggal 16-17 Oktober 2019, Jurusan Farmasi telah mengadakan workshop “ aplikasi sistem penghantaran transfersom pada sediaan topical”. Workshop diikuti oleh dosen dan peneliti dari berbagai institusi sebanyak 18 orang. Sebanyak 77% peserta adalah dosen Farmasi dengan latar belakang penelitian pada bidang farmasetika dan bahan alam, dan 23% adalah peneliti dan dosen dari Jurusan Biologi, dan Politeknik Kesehatan.

DSC_0057

Workshop diawali dengan sambutan dari Ketua Jurusan, lalu materi dari Dr.rer.nat.Ronny Martien,M.Si dan Oktavia Eka Puspita,M.Sc.,Apt. Dr.rer.nat.Ronny Martien adalah dosen Fakultas Farmasi UGM yang mendalami bidang nanopartikel. Bliau juga memiliki beberapa paten yang merupakan produk hasil formulasi nanopartikel. Ibu Oktavia Eka Puspita,M.Sc.,Apt adalah dosen Jurusan Farmasi di bidang farmasetika. Setelah pemberian materi dari narasumber, workshop dilanjutkan dengan pembuatan transfersom menggunakan metode rotavapor dan hidrasi. Bahan aktif yang digunakan adalah ekstrak kunyit, dan ekstrak manggis. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok 1 dan 2 membuat transfersom dengan bahan aktif ekstrak manggis, dan kelompok 3 membuat transfersom dengan bahan aktif ekstrak kunyit. Salah satu titik kritis pada proses pembuatan transfersom adalah mengetahui kelarutan bahan aktif. Pada workshop ini, ekstrak kunyit merupakan bahan aktif yang nonpolar, sehingga proses pencampuran bahan aktif pada sistem transfersom dilakukan pada saat pembuatan MLV (multilamelar vesicle) di rotaryevaporator. Sedangkan ekstrak manggis termasuk bahan aktif yang cenderung polar, sehingga loading obat dilakukan pada proses hidrasi, yaitu dengan melarutkan bahan aktif pada PBS (phosphate buffer saline).

Pada hari kedua setelah dilakukan pembuatan transfersom peserta melakukan evaluasi ukuran partikel menggunakan PSA Malvern (PT.DKSH) dan spektrofotometer FT-IR Bruker (PT.Dharma Karya Sentosa). Hasil pengukuran PSA menunjukkan bahwa transfersom memiliki rentang ukuran partikel antara 110 nm – 150 nm. Evaluasi menggunakan spektrofotometer FTIR dilakukan untuk mengetahui pengaruh vesicle, dan proses pembuatan transfersom terhadap stabilitas bahan aktif, sehingga perlu dilakukan perbandingan profil FT-IR antara naked active compound  dan entrapped active compound. Dari hasil pengamatan profil FT-IR diketahui nilai kemiripan antara bahan aktif dan transfersom sebanyak 86%.

DSC_0055

Workshop diakhiri dengan pembuatan gel dari entrapped active compound. Peserta sangat antusias mengikuti workshop dari awal hingga akhir. Beberapa saran dari peserta antara lain, perlu dilakukan workshop untuk sistem penghantaran nanopartikel yang lain.

Momen ini merupakan workshop pertama yang diadakan oleh Jurusan Farmasi, dan ke depan diharapkan Jurusan Farmasi bisa mengadakan workshop secara rutin dengan berbagai tema perkembangan ilmu farmasi.