Farmasi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 26 Juli 2011 , oleh angga , pada kategori Berita

Pada tanggal 22 Juni 2011, sebanyak 32 mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dinyatakan lulus dalam ujian keterampilan farmakoterapi yang berbasis OSCE (Objective Structure Clinical Examination).

Ujian keterampilan ini serupa dengan ujian OSCE yang sudah dilakukan oleh berbagai pendidikan dokter di Indonesia namun baru pertama kali ini diadakan oleh pendidikan farmasi di Indonesia. Dalam uji keterampilan OSCE ini yang dinilai adalah kompetensi farmakoterapi farmasis.
Penilaian pada OSCE mencakup penilaian dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang diperlukan oleh seorang farmasis dalam menghadapi suatu permasalahan terkait komunikasi dan tatalaksana (terapi) penyakit.
Pelaksanaan OSCE dibagi menjadi 5 ronde yang masing-masing terdiri dari 6 station. Setiap mahasiswa di tiap ronde harus menjalani ujian di tiap station, waktu yang diberikan untuk menjawab soal 6 menit untuk tiap station.
OSCE ini juga menggunakan simulated patients untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam melakukan komunikasi dan assessment terhadap pasien.
Praktik cara memberikan edukasi tentang cara penggunaan obat yang khusus (nasal spray) pada pasien juga dinilai pada OSCE ini.
Kemampuan analisis mahasiswa terhadap adanya permasalahan terkait obat dan ketepatan pemilihan obat merupakan salah satu aspek yang dinilai untuk mengukur tingkat kognitif mahasiswa.
Materi yang diujikan dalam ujian ketrampilan ini meliputi: hiperlipidemia, hipertensi, aritmia, stroke, syok,  gagal jantung, benign prostate hyperplasia (BPH), disfungsi ereksi, rhinitis alergi, batuk, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Penilaian untuk ujian jenis OSCE ini selain adanya pernyataan lulus juga merupakan bagian dalam penilaian tutorial farmakoterapi yang mempunyai beban 1 SKS. Peserta yang lulus ujian ini juga akan memperoleh sertififikat.
Keberhasilan seluruh mahasiswa peserta mata kuliah farmakoterapi dalam ujian ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengikuti suatu metode penilaian yang baru.