Farmasi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 2 Agustus 2013 , oleh angga

Dalam sistem layanan asuhan kesehatan di Indonesia, profesi kefarmasian (Apoteker) merupakan komponen mutlak yang masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Peningkatan peran dan fungsi apoteker baik secara kualitas maupun kuantitas sangat diperlukan karena kebutuhan Apoteker di Indonesia tidak akan berhenti. Universitas Brawijaya sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah memiliki Fakultas Kedokteran merasa terpanggil untuk menyelenggarakan program pendidikan S-1 Farmasi pada Fakultas Kedokteran dalam rangka memenuhi kebutuhan/harapan masyarakat dan negara.

Rektor membentuk kelompok kerja yang bertugas mempersiapkan pembukaan Program S-1 Farmasi melalui surat tugas Rektor nomor: 267/J10/KP/2007. Kelompok kerja ini bertugas membuat dan menyusun proposal pembukaan program studi S-1 pada Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Aktivitas pendidikan Program Studi Farmasi secara resmi diselenggarakan pada Tahun Ajaran 2009/2010 berdasarkan Surat Keputusan Rektor No.252/SK/2009 tanggal 1 Juli 2009 dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Dikti No. 228/D/O/2010 sebagai salah satu Program studi di bawah Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.