Farmasi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 2 Desember 2011 , oleh angga , pada kategori Berita

Mdebat_farmasiahasiswa Program Studi Farmasi, FK-UB berhasil keluar sebagai juara pertama dalam lomba debat tingkat nasional yang diadakan Fakultas Farmasi, Universitas Gajah Mada, pada tanggal 26-27 November 2011. Dalam lomba kali ini, terdapat 37 tim yang berasal dari berbagai universitas di tanah air, seperti misalnya Unair, ITB, UGM, Universitas Satya Wacana, UII, Ubaya, dsb. Topik-topik yang diperdebatkan meliputi: apoteker memiliki otoritas mutlak dalam pelayanan kesehatan masyarakat; apoteker bertanggung jawab dalam resistensi antibiotik pasien, kontrol penggunaan obat dengan apoteker komunitas; penggolongan obat tradisional diperlukan; antibiotik sebagai obat wajib apotek; Permenkes No 919. tentang swamedikasi kurang tepat; pentingnya pembentukan KFN; dan mahasiswa perlu berperan aktif dalam standardisasi kurikulum farmasi nasional.

Dalam kesempatan kali ini, PSF, FK-UB mengirimkan 3 tim yang terdiri dari mahasiswa 2009 (Febrina, Nurus, Rizkianur, Marlina,  dan Ike), mahasiswa 2010 (Zwagery, Raden Yandi, dan Riska) serta seorang mahasiswa 2011 (Raden Jodi). 2 tim Ub berhasil lolos ke babak 8 besar, dan akhirnya salah satu tim yang dimotori oleh Nurus, Marlina, dan Ike berhasil mengungguli tim debat dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dengan topik debat  “pemerataan apoteker melalui sistem wajib kerja pegawai tidak tetap selama 2 tahun”. Kemenangan ini menunjukkan bahwa PSF-FK UB yang baru berdiri selama 3 tahun telah mampu bersaing dengan mahasiswa farmasi dari perguruan tinggi lainnya di Indonesia.