Farmasi

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Ditulis pada 10 Januari 2014 , oleh farmasi_admin , pada kategori Berita

foto MMBKEGIATAN PEMBELAJARAN LAPANGAN

KE MATERIA MEDIKA BATU

Mahasiswa Angkatan 2012, dosen dan Bu Riza dari Materia Medika Batu

Sebagai rangkaian mata kuliah Farmakognosi, pada hari kamis tanggal 2 Januari 2014 dilakukan kunjungan lapangan ke Materia Medika Batu (MMB) yang berlokasi di Jalan Lahor 87 Batu. Tujuan dilakukan kunjungan ini yaitu untuk mengenalkan kepada mahasiswa berbaga jenis tanaman berkhasiat obat, mempelajari teknik budidaya tanaman obat, serta menanamkan nilai entrepreneurship pada mahasiswa di bidang obat tradisional. Kunjungan ini diikuti oleh 75 mahasiswa dan didampingi oleh 6 pembimbing.

Kunjungan diawali dengan presentasi oleh pihak MMB yang menyampaikan profil MMB, pengenalan Jamu sebagai brand Indonesia, pembuatan simplisia, penggunaan obat tradisional dengan baik dan benar serta peran apoteker dalam pembuatan obat tradisional yang baik. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan serbuk instan dari temulawak (Curcuma xanthorrhiza), serbat lidah buaya (Aloe vera), dan pembuatan sabun dari ekstrak sirih (Piper betle).

bikin sabun MMB

Mahasiswa mengikuti pembuatan sabun dari dauh sirih

Mahasiswa terlihat antusias untuk mengikuti setiap praktek pembuatan produk dari tumbuhan obat tersebut. Selanjutnya mahasiswa berkeliling di area MMB untuk mengenali secara langsung koleksi tanaman obat yang terdapat di MMB. Selain itu, mahasiswa juga mengunjungi tempat pembuatan simplisia, gudang penyimpanan, dan laboratorium MMB untuk melihat koleksi instrumen yang dimiliki oleh MMB untuk riset, diantaranya SpeedExtractor E-914/E-916 dan Soxhlet Extractor Unit. Kegiatan terakhit yaitu mengunjungi ruang display untuk mengetahui produk dari tanaman obat yang diproduksi oleh MMB diantaranya instan tanaman, permen, sabun, jamu, dan simplisia lainnya.

display MMBRuang Display Materia Medika Batu

Mahasiswa yang mengikuti kunjungan ke BMM ini berpendapat bahwa kunjungan ke MMB ini sangat bermanfaat, karena  dapat mengenal banyak tanaman obat yang biasa digunakan di Indonesia dan mendapatkan wawasan tentang sejarah jamu yang merupakan pengobatan tradisional asli jawa yang hampir punah. Selain itu, juga mendapatkan pengalaman baru tentang pengolahan instan temulawak, serbat lidah buaya, serta pembuatan sabun rempah-rempah yang kelak dapat berguna saat sudah bekerja. Dengan diadakannya kegiatan seperti ini, mahasiswa menjadi termotivasi untuk terus melestarikan dan mengembangkan jamu hingga menjadi suatu pengobatan yang terstandar dan layak digunakan untuk seluruh rakyat Indonesia dan bila perlu mencapai ke dunia internasional. (ip)