Department of Pharmacy

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Written on 6 June 2018 , by farmasi_admin , in category Activities, News

IMG-20180606-WA0020

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) capaian lulusan yang dihasilkan melalui pendidikan profesi adalah setara dengan jenjang 7. Pada jenjang ini capaian akhir proses pembelajaran yang dimiliki oleh lulusan adalah mampu  merencanakan dan mengelola sumber daya di bawah tanggung jawabnya, mampu mengevaluasi secara komprehensif, mampu memecahkan permasalahan sains dan teknologi, serta mampu mengambil keputusan strategis dengan akuntabilitas dan tanggung jawab. Mengacu pada ketentuan tersebut serta kriteria kompetensi lulusan pendidikan profesi apoteker yang ditetapkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi dan Ikatan Apoteker Indonesia, Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (PSPA FKUB) melakukan evaluasi terhadap mahasiswanya menggunakan metode evaluasi yang diterapakan dalam tahap Ujian Akhir Profesi Apoteker.

Ujian Akhir Profesi Apoteker merupakan bagian dari struktur kurikulum di PSPA FKUB dengan bobot 2 sks. Ujian Akhir Profesi Apoteker ini merupakan tahap evaluasi secara komprehensif mahasiswa PSPA FKUB yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan Praktik Kerja Profesi Apoteker. Ujian Akhir Profesi ini menguji kompetensi calon Apoteker dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang kefarmasian untuk melaksanakan tugas dan fungsi apoteker baik pada bidang farmasi klinis dan komunitas maupun farmasi industri sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh Asosiasi Apoteker Indonesia. Hal ini selaras dengan rumusan capaian lulusan PSPA FKUB yang telah dirumuskan dalam Dokumen Kurikulum.

Ujian Akhir Profesi Apoteker terdiri dari empat tahap secara berurutan, yaitu Tahap Ujian Penelusuran Pustaka I (UPP I), Ujian Penelusuran Pustaka II (UPP II), Ujian Lisan, dan Ujian Praktik. UPP I merupakan tahap ujian penelusuran pustaka bidang farmasi industri, yaitu mahasiswa diberi tugas untuk mengembangkan formula bentuk sediaan tertentu berdasarkan bahan aktif. Metode pengerjaan UPP I adalah open book dengan durasi waktu dua hari (16 jam). Pada hari berikutnya mahasiswa masuk pada tahap UPP II, yaitu ujian penelusuran pustaka bidang farmasi klinis dan komunitas/pemerintahan. Durasi pengerjaan UPP II adalah 8 jam.

UPP I adalah tahap ujian dimana mahasiswa menyusun jurnal sesuai tugas dalam soal bidang ilmu farmasetika dengan melakukan penelusuran pustaka. Metode ujian pada tahap ini adalah open book menggunakan referensi yang telah dipersiapkan oleh Panitia Ujian. UPP I dilaksanakan selama dua hari, masing-masing dalam durasi 8 jam ditambah waktu istirahat satu jam setiap harinya. Ujian dimulai pada jam 08.00–17.00 dengan waktu istirahat pukul 12.00 – 13.00. Pelaksanaannya di Laboratorium Komputer PSIK FKUB pada tanggal 6 Juni 2018.

UPP II adalah tahap ujian dimana mahasiswa menyusun jurnal sesuai tugas dalam soal bidang klinis dan komunitas. Metode ujian pada tahap ini adalah open book menggunakan referensi yang telah dipersiapkan oleh Panitia Ujian. UPP II dilaksanakan selama satu hari dalam durasi 8 jam ditambah waktu istirahat satu jam. Ujian dimulai pada jam 08.00–17.00 dengan waktu istirahat pukul 12.00 – 13.00. Pelaksanaannya di Laboratorium Komputer PSIK FKUB. Selama ujian berlangsung ruangan diawasi oleh petugas pengawas, yaitu satu orang tenaga kependidikan dan satu orang dosen untuk setiap sesi pagi dan siang.

Tahap ujian lisan merupakan tahap ujian menggunakan metode tanya jawab langsung oleh dosen penguji internal dan penguji eksternal yang merupakan praktisi bidang farmasi. Materi ujian lisan adalah berdasarkan lembar jawaban yang telah disusun mahasiswa pada tahap UPP I dan II. Setiap mahasiswa akan diuji secara lisan oleh 6 orang penguji. Setiap penguji dapat memberikan pertanyaan dalam kurun waktu kurang lebih 10 menit.

Tahap ujian praktik merupakan tahap pembuatan sediaan farmasi di laboratorium berdasarkan hasil jawaban yang telah disusun mahasiswa pada tahap UPP I serta hasil masukan saat tahap ujian lisan. Teknis pelaksanaan adalah sebagai berikut. Setiap mahasiswa harus membuat lembar kerja praktik sesuai template yang disediakan oleh Panitia Ujian berisi formula utama, formula alternatif, jumlah bahan yang akan ditimbang, prosedur pembuatan, prosedur pengujian mutu dan interpretasi hasilnya. Selain itu mahasiswa juga harus menyiapkan kemasan sekunder berserta brosur obat dan penanda kemasan primer. Setiap mahasiswa harus memproduksi sediaan serta melakukan pengujian mutu dalam waktu maksimal 3 hari ( 3 x 8 jam).