Department of Pharmacy

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Written on 7 January 2018 , by farmasi_admin , in category Activities, News

IMG-20180107-WA0025-copy

IMG-20180106-WA0043

Tim dosen dan mahasiswa (PS Sarjana Farmasi dan PS Profesi Apoteker) Jurusan Farmasi FKUB ikut serta dalam acara Pengobatan Gratis yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis FKUB ke-44. Apoteker memberikan konsultasi informasi dan edukasi kepada pasien mengenai terapi yang didapatkan pasien. Sasaran utama pada kegiatan pengobatan gratis kali ini adalah pasien kelompok PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) seperti penyakit hipertensi, jantung joroner, gagal jantung, diabetes melitus, dislipidemia, dan gout. Namun demikian, pada kegiatan ini juga melayani pasien-pasien dengan penyakit yang umum ditemui seperti pusing, gatal-gatal, mata perih, pegal linu, flu, dsb. Pasien dengan penyakit yang masuk kategori penyakit kronis harus minum obat seumur hidupnya. Oleh karena itu, pasien-pasien tersebut harus diberi edukasi dengan baik tentang cara minum/cara penggunaan obatnya oleh ahlinya obat yaitu Apoteker. Tujuan edukasi tentang obat tersebut adalah agar tercapai efek/manfaat terapi yang diharapkan dan seminimal mungkin dapat terhindar dari efek samping obat yang tidak diinginkan.
Selain itu, di Pojok Obat dan Booth Farmasi juga disediakan berbagai leaflet yang disusun sendiri oleh dosen Jurusan Farmasi FKUB maupun leaflet-leaflet yang diperoleh dari Gema Cermat yaitu:
1) Belajar tentang Dislipidemia (Kolesterol Tinggi)
2) Cara Menyimpan Obat di Rumah
3) Cara Memilih Obat
4) Cara Membuang Obat
5) Cara Mendapatkan Obat
6) Ketika Anda Mendapatkan Obat, Ayo Tanya Lima O
7) Cara Menggunakan Obat
Leaflet-leaflet tersebut dibagikan kepada pasien yang mengambil obat di Pojok Obat. Pasien-pasien nampak antusias dan senang mendengarkan penjelasan dari para Apoteker (dalam hal ini para dosen Jurusan Farmasi) tentang obat-obat yang diterimanya ditambah lagi mereka memperoleh banyak leaflet terkait pengobatan.
Jurusan Farmasi juga meramaikan kegiatan ini dengan memberikan jamu gratis. Uniknya, ada syarat bagi masyarakat yang mengkonsumsi jamu tersebut, yaitu harus menebak nama tanaman dalam jamu tersebut. Masyarakat antusias dalam mencoba jamu yang disediakan oleh Jurusan Farmasi. Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat meningkatkan kepatuhan dalam mengonsumsi obat. (oktvr)